Seminar Nasional ARS University, Penandatanganan MoU, dan Studium Generale, Kepala LLDIKTI IV Jabar & Banten pun Ikut Mengisi Acara

Seminar Nasional ARS University, Penandatanganan MoU, dan Studium Generale, Kepala LLDIKTI IV Jabar & Banten pun Ikut Mengisi Acara

Seminar Nasional ARS University yang ke-1 kali ini (Sabtu, 1 Februari 2020) merajuk tema "Kolaborasi & Akselerasi Kualitas SDM Indonesia Era Revolusi Industri 4.0". Bertempat di Hotel Golden Flower jalan Asia Afrika No.15-17, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111, ARS University menghadirkan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Jabar dan Banten Prof. Dr. Uman Suherman AS., MPd sebagai keynote speaker sekaligus pengisi acara studium generale dengan tema "Antasipasi Masalah-Masalah Krusial SDM Indonesia Dalam Era Revolusi 4.0 & Globalisasi Ekonomi".

Seminar Nasional kali pertama ini, ARS University mengundang CEO & Co_Founder Agate International Arief Widhiyasa, Head of Data Scientist Telkom Ir. Agus Laksono, M.M. Acara dikemas dengan apik dengan moderator wakil rektor bidang kerjasama & inovasi Dr. Ign, Wiseto P. Agung.

Foto Bersama, Rektor ARS University (keenam dari kiri), PGS EGM Divisi Digital Service PT. Telkom (kelima dari kiri), Kepala LLDIKTI IV (keempat dari kiri), CEO & Co-Founder Agate International (kedua dari kiri)

Rektor ARS University Dr. H. Purwadhi, M.Pd mengatakan, untuk menghadapi zaman yang terus berubah, mahasiwa harus memiliki mindset terbuka. Pendidikan yang sedang dijalani di perguruan tinggi, sewajarnya tidak hanya untuk mendapat ijasah dan gelar. "Menurut Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nadiem Anwar Makarim, ijazah dan gelar itu tidak memberi apa-apa. Jadi di sini, mahasiswanya harus berubah," katanya. Mahasiswa, kata dia, harus memiliki pengetahuan dan ada kecakapan baru. Misalnya untuk S2 punya kecakapan strategi mampu analisa keadaan. Yakni, dari pemikiran sederhana, menjadi kompleks. ARS University, kata dia, terus mendorong agar mahasiwa memiliki pemikiran terbuka. Salah satunya acara serius general yang dilakukan kali ini, dalam rangka memberi wawasan kepada mahasiswa tentang mindset baru. Yaitu kampus yang merdeka belajar.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Graha Harapan Generasi (YGHG) Joddy Hernady, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan ARS University. Kegiatan ini penting digelar di tengah zaman yang berubah begitu cepat. Mahasiswa mesti didorong untuk mengetahui kondisi kekinian memulai kegiatan positif yang difasilitasi perguruan tinggi.

Kepala LLDikti Jabar & Banten Uman Suherman saat menjadi keynote speaker dan pemateri Stadium Generale menuturkan bahwa pendidikan di Indonesia mestinya tak lagi hanya berorientasi pada ijazah dan gelar. Namun, lebih pada memberi output bagi mayarakat dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, upaya tersebut mesti didukung kesiapan sumber daya manusia (SDM) unggul.

"Bagaimana pendidik di kita ini, kami bisa mengembangkan karakter dan memiliki kapasitas pribadi. Sehingga tidak hanya fokus pada pengembangan keterampilan, tetapi juga perlu dibangun sikap dan perilaku yang memberi kontribusi kepada masyarakat," paparnya.

Uman Suherman mengatakan, keberhasilan seseorang menuntut ilmu tak hanya ditunjukkan pada ijazah dan gelar. Tapi harus dibuktikan di tengah masyarakat dan berkontribusi terhadap masyarakat. Terutama, membantu dalam memecahkan persoalan di lingkungan sekitar.

Untuk mencapai itu, kata dia, perguruan tinggi harus mempertimbangkan beberapa unsur unsur pokok dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswanya. Pertama, ikut membantu menambah wawasan melalui transfer of knowledge. Kedua, dosen harus menunjukkan transfer of culture, termasuk pengabdian kepada masyarakat.

"Kampus ini memilki tanggung jawab pengembangan ke masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar mereka menjadi solusi atas persoalan yang ada. Makanya, dia bekerja sama dengan kampus dan kampus dengan industri agar kurikulum kampus relevan dnegan kebutuhan mayarakat.

Tapi, kata dia, tuntutan itu akan sulit dipenuhi, bila tidak ada kompetensi dari sivitas akademika kampus. Mereka harus memastikan, apakah perkuliahan dilakukan denga proses yang benar, laboratorium berjalan secara benar, dan lainnya.

"Dan semua proses itu bisa benar bila dosen punya kapasitas yang baik. Itu menjadi program kami kepada dosen. Misalnya, dosen harus punya kualifikasi akademik, jabatan akademik, sertifikat akademik, dan yang terdorong adalah  dosen produktif," paparnya.

Ketua pelaksana acara Warek Non Akademik Maxsi Ary, rangkaian acara ini mengundang peserta dari Kepala Sekolah SMA/SMK/MA/sederajat atau Guru Bimbingan Konseling atau yang mewakili se-Jawa Barat. Apresiasi peserta yang dibatasi sampai 300 orang ini mendapat perhatian yang baik. Selain itu diselingi dengan penandatanganan MoU ARS University dengan dunia industri dan seluruh sekolah SMA/SMK/MA/sederajat.

Kata dia, media kerjasama dengan pihak sekolah adalah dengan membuka program beasiswa 2020 sarjana untuk tahun akademik 2020/2021. Selain itu program beasiswa prestasi yang meliputi prestasi akademik dan non akademik.

Penandatanganan MoU ARS University dengan PT. Telekomunikasi Indonesia

Untuk meningkatkan employability indek perguruan tinggi, pada kesempatan yang sama penandatanganan Memorandum of Understanding dilaksanakan antara ARS University oleh Rektor dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terkait kerjasama Teaching and Learning, Joint Research dan Internship dan direncanakan mulai berjalan tahun akademik 2020/2021. ARS University oleh Rektor bekerja sama dengan Lithan Pte Ltd Singapore terkait kerjasama Earn and Learn Programme (Computing Application Development) dan direncanakan mulai berjalan tahun akademik 2020/2021, papar Maxsi.