Dasrun Hidayat Masuk 15 Besar Peneliti Dengan Publikasi dan Penelitian COVID-19 Ristek-BRIN

Dasrun Hidayat Masuk 15 Besar Peneliti Dengan Publikasi dan Penelitian COVID-19 Ristek-BRIN

KEMBALI Universitas Adhirajasa Resawara Sanjaya (ARS University) patut merasa senang bangga terdapat salah satu dosennya termasuk dalam 15 besar peneliti dengan publikasi dan penelitian covid 19 terbanyak.  Semua peneliti Indonesia baik atas nama pribadi maupun Lembaga dapat menyumbangkan karyanya melalui akun author SINTA untuk bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh sesama peneliti di Indonesia melalui Kemenristek-Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Hal ini dikatakan Rektor ARS Universiity Dr. H. Purwadhi, MPd ketika dihubungi Galamedianews, Bandung, Minggu (14/6/2020). Menurutnya, publikasi yang berisi kumpulan aktifitas peneliti Indonesia berupa riset dan kekayaan intelektual terkait virus Covid-19, baik berupa publikasi, hak cipta, produk dan bentuk kekayaan intelektual lain.

“Memang wabah virus corona ini telah menjadi pandemi dunia hingga 234 negara telah terpapar virus mega dasyhat ini, hanya dalam tempo waktu singkat. Namun disatu sisi, membuka kreatifitas bagi para peneliti di Indonesia untuk menyumbangkan keilmuannya, salah satunya dosen kami ini bisa membanggakan ARS University,” katanya.

Kementerian Riset dan Teknologi - Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemenristek/BRIN RI) memberikan wadah untuk penelitian, publikasi dan produk Indonesia tentang Covid-19 Indonesian Research Repository. Tentunya, penelitian dan publikasi ini menjadi gengsi setiap perguruan tinggi dalam menyumbangkan karya intelektualnya dan dipublikasi di sinta.ristekbrin.go.id.

“Alhamdulillah, perguruan tinggi kami diwakili oleh Dr. Dasrun Hidayat MIkom dari Fakultas Komunikasi dan Desain ARS University. Tentunya, hal ini menjadi kebanggan tersendiri dari  lembaga bersama Perguruan tinggi lain yang mayoritas PT negeri,” ujar H. Purwadhi.

Sementara itu, Dr. Dasrun Hidayat M.I.Kom, Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain ARS University menjelaskan Peneliti dengan Publikasi dan Penelitian Covid 19 terbanyak ini memang mayoritas dari PT Negeri Di Indonesia. Pihaknya membuat penelitian ini hasil kolaborasi bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi ARS University dengan mendorong para mahasiswa  agar bisa produktif disaat WFH ini, menjadi motivasi tersendiri.

“Ya, tentunya kami juga merasa senang dan bangga bisa masuk kedalam peneliti dengan Publikasi dan Penelitian Covid 19 terbanyak ini, kami persembahkan untuk kampus tercinta ARS University. Dengan dipublikasikan di sinta.ristekbrin.go.id ini, menjadi prestasi untuk lembaga agar lebih dipandang ditingkat nasional bahkan internasional, hal itu yang menjadi motivasi kami,” jelasnya.

Dengan masuknya 15 besar peneliti dengan 12 penelitian tentang Covid 19 ini, pasalnya, pihaknya akan lebih mendorong para dosen lain agar dapat berkolaborasi dengan mahasiswa sebagai luaran penelitian. Hal tersebut, lebih mengaktifkan peran dosen bersama mahasiswa untuk menjadi luaran penelitian dan bisa meningkatkan peringkat universitas di tingkat nasional.

“Kedepan, kami akan lebih mendorong para dosen lain untuk lebih berkolaborasi penelitian bersama mahasiswa. Kami bermimpi, kalau 50 persen dosen bisa berkolaborasi dengan mahasiswa, tentunya dapat menduduki di peringkat pertama dan menjadi PT swasta terbaik, di Kemenristek-Brin RI,” pungkas Dasrun. (Krisbianto).**

KEMBALI Universitas Adhirajasa Resawara Sanjaya (ARS University) patut merasa senang bangga terdapat salah satu dosennya termasuk dalam 15 besar peneliti dengan publikasi dan penelitian covid 19 terbanyak.  Semua peneliti Indonesia baik atas nama pribadi maupun Lembaga dapat menyumbangkan karyanya melalui akun author SINTA untuk bisa dimanfaatkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh sesama peneliti di Indonesia melalui Kemenristek-Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Hal ini dikatakan Rektor ARS Universiity Dr. H. Purwadhi, MPd ketika dihubungi Galamedianews, Bandung, Minggu (14/6/2020). Menurutnya, publikasi yang berisi kumpulan aktifitas peneliti Indonesia berupa riset dan kekayaan intelektual terkait virus Covid-19, baik berupa publikasi, hak cipta, produk dan bentuk kekayaan intelektual lain.

“Memang wabah virus corona ini telah menjadi pandemi dunia hingga 234 negara telah terpapar virus mega dasyhat ini, hanya dalam tempo waktu singkat. Namun disatu sisi, membuka kreatifitas bagi para peneliti di Indonesia untuk menyumbangkan keilmuannya, salah satunya dosen kami ini bisa membanggakan ARS University,” katanya.

Kementerian Riset dan Teknologi - Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Kemenristek/BRIN RI) memberikan wadah untuk penelitian, publikasi dan produk Indonesia tentang Covid-19 Indonesian Research Repository. Tentunya, penelitian dan publikasi ini menjadi gengsi setiap perguruan tinggi dalam menyumbangkan karya intelektualnya dan dipublikasi di sinta.ristekbrin.go.id.

“Alhamdulillah, perguruan tinggi kami diwakili oleh Dr. Dasrun Hidayat MIkom dari Fakultas Komunikasi dan Desain ARS University. Tentunya, hal ini menjadi kebanggan tersendiri dari  lembaga bersama Perguruan tinggi lain yang mayoritas PT negeri,” ujar H. Purwadhi.

Sementara itu, Dr. Dasrun Hidayat M.I.Kom, Dekan Fakultas Komunikasi dan Desain ARS University menjelaskan Peneliti dengan Publikasi dan Penelitian Covid 19 terbanyak ini memang mayoritas dari PT Negeri Di Indonesia. Pihaknya membuat penelitian ini hasil kolaborasi bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi ARS University dengan mendorong para mahasiswa  agar bisa produktif disaat WFH ini, menjadi motivasi tersendiri.

“Ya, tentunya kami juga merasa senang dan bangga bisa masuk kedalam peneliti dengan Publikasi dan Penelitian Covid 19 terbanyak ini, kami persembahkan untuk kampus tercinta ARS University. Dengan dipublikasikan di sinta.ristekbrin.go.id ini, menjadi prestasi untuk lembaga agar lebih dipandang ditingkat nasional bahkan internasional, hal itu yang menjadi motivasi kami,” jelasnya.

Dengan masuknya 15 besar peneliti dengan 12 penelitian tentang Covid 19 ini, pasalnya, pihaknya akan lebih mendorong para dosen lain agar dapat berkolaborasi dengan mahasiswa sebagai luaran penelitian. Hal tersebut, lebih mengaktifkan peran dosen bersama mahasiswa untuk menjadi luaran penelitian dan bisa meningkatkan peringkat universitas di tingkat nasional.

“Kedepan, kami akan lebih mendorong para dosen lain untuk lebih berkolaborasi penelitian bersama mahasiswa. Kami bermimpi, kalau 50 persen dosen bisa berkolaborasi dengan mahasiswa, tentunya dapat menduduki di peringkat pertama dan menjadi PT swasta terbaik, di Kemenristek-Brin RI,” pungkas Dasrun. (Krisbianto).**